• Kontak Kami
  • Hotline : +62895335002881
  • SMS : +62895335002881
  • BBM : brahma27

Kontak Kami

( pcs) Checkout

Beranda » Artikel Terbaru » Perkembangan keris dari masa ke masa

Perkembangan keris dari masa ke masa

Diposting pada 26 January 2018 oleh brahma

Perkembangan keris beserta teknologi pembuatannya

Perkembangan keris dari masa ke masa semakin lama semakin maju dalam pembuatannya. Teknologi pengelolaan logam termasuk ‘extractive technology’ yaitu teknologi dengan prosesnya ‘ mengurangi’ , dari bahan dasar kemudian direkduksi sampai menjadi bentuk artefak. Diawalai dari tahap pengadaan bahan mentah dari penambangan bijih logam, kemudian dilanjutkan dengan pengeloaan untuk mendapatkan bahan siap pakai, sampai kemudian menjadi aretefak. Proses rumit itulah yang kemudian melahirkan pengetahuan’ metalurgi’. Sebagai revolusi pencapaian manusia, karena manusia telah mampu meningkatkan pengetahuan teknologi api yaitu dengan menghasilkan suhu panas yang sangat tinggi untuk melebu biji besi ( titik lebur besi adalah 1535o celcius ). Pda awalnya metalurgi lebih berhubungan erat dengan ilmu-ilmu eksakta. Sekarang ini metalurgi dapat dipandang sebagai seni sekaligus sains.

Teknologi pembuatan keris

Estetika keris muncul bila diasosiakan dengan kemampuhan atay kesaktian keris. Namun tidak mudah mengaitkan kemampuhan dengan keindahan keris seandainya dapat ditemukan petunjuk bahwa keampuhan keris memang berhubungan dengan keindahannya. Maka diperkirakan keampuhan keris disebabkab oleh daya pengaruh psikologis yang menggungah rasa pesona, sebuah kerris dikatakan ampuh karena mampu menampilkan pesona keindahan , sehingga keampuhan keris sekaligus juga berarti keindahannya.

Keris oleh orang jawa juga dipandang sebagai seni yang bersejarah, merupakan benda pusaka, azimat, yang melambangkan kejujuran, sifat kesatria, sifat menepati janji, sifat pantang menyerah, dan lain sebagainya. Kebanyakan pahlawan nasional seperti pangeran Diponegoro, Jendral Sudirman, dan lain-lainnya dalam berbagaidokumen sejarah selalu tampak terlihat atau digambarkan menyandang keris di pinggangnya. Atas dasr makna tersebut, keris sebagai pusaka dapat dan pernah menjadi sumber inspirasi bagi perlawanan – perlawanan orang jawa terhadap pemerintah colonial belanda.

Sejarah keris pusaka

Perlawannan terhadap penjajahan belanda pada waktu saat itu, sepertinya didasarkan pada kultus pusaka atau keris. Walaupun demikian tampak bahwa dalam karya-karya sastra zaman penjajahan telah mengalami semacam tindakan pembredelan karena dikwatirkan dapat menyulut perlawannan. Sehingga akibatnya untuk mendapatkan informasi tentang kultus pusaka atau keris dan nenek moyang berdasarkan penulisan zaman penjajahan ssangat kecil kemungkinannya. Namun demikian hal tersebut justru mengindisakian bahwa keris sebagai pusaka mempunyai muatan nilai – nilai atau semangat kepahlawanan untuk melawan penjajah dan ketidakadilan. Keris seakan- akan telah menjadi wadah atau sarana bagi pewarisan nilai nilai semacam itu dari nenek moyang kepada keturunanya. Jadi dalam hal ini penciptaan dan pemiliknya keris dapat memiliki arti sebagai suatu sosialisasi nilai-nilai historis dalam ememperjuangkan keberlangsungan bangsa.

Keris adalah salah satu benda budaya, terlebih lagi sebagai karya seni keris memenuhi unsur kebudayaan karena benda itu lahir dari akal budi dan pikiran manusia. Sementara itu budaya keris sendiri sangat akrab hubungannya dengan unsur budaya yang lainnya, seperti tata busana adat, upacara , dan berbagai kebiasaan serta tradisi dalam masyarakat. Sir Thomas Stamford Raffles, dalam bukunya, The History of Java 9 Raffles, 2008), mengatakan senjata keris mendapat kedudukan istimewa pada prajurit jawa. Mereka umumnya menyandang tiga buah keris sekaligus, yaitu keris yang di sebelah kiri berasal dari mertua, keris di sebelah kanan dari orang tua, keris di belakang adalah keris miliknya sendiri.

Keris dalam penciptaannya

Warna besi dan wujud keris biasanya dikaitkan dengan keampuhan, tua,zaman pembuatan, serta pembawaan empu yang menciptakannya dari pada dikaitkan dengan kindahan keris. Namun tidak berarti bahwa keris sama sekali tidak mengandung persoalan estetik. Sesuai dengan perkembangan zaman pembuatan keris secara tradisional makin berkurang dikarenakan kemajuan teknologi sebuah keris oleh seorang empu akan memakan waktu sekitar beberapa bulan sampai satu tahun atau lebih, sesuai dengan kaidah pembuatan keris secara tradisional.

Masyarakat Jawa memandang keris sebagai pusaka berawal dari kepercayaan masyarakat bahwa awal mula eksistensi makluk di bumi atau di dunia bersumber dari filsafaf agraris, yaitu menyatukan secara harmonis unsur lelaki dengan unsur perempuan. Tuhan menciptakan makluk dalam dua jenis kelamin yaitu lelaki dan permpuan, baik manusia, hewan , maupun tumbuh-tumbuhan. Kepercayaan pada filsafat agraris ini sangat mendasar di lingkungan keluarga besar keraton di Jawa, seperti keraton kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Lingga-yoni hinduisme salah satu kepercayaan yang pernah dianut oleh masyarakt di Jawa. Adanya kepercayaan tentang ‘bapa angkasa, dan , ibu bumi pertiwi. Kepercayaan tersebut terwujud dalam bentuk upacara’kirab pusaka’ tiap tanggal satu bulan sura dalam kalender jawa dengan mengkirapkan pusaka unggulan keraton seperti keris dan tombak.

Bagikan informasi tentang Perkembangan keris dari masa ke masa kepada teman atau kerabat Anda.

Perkembangan keris dari masa ke masa | Brahma Pusaka

Komentar dinonaktifkan: Perkembangan keris dari masa ke masa

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Rp 875.000
Ready Stock / BP-252
Rp 405.000
Ready Stock / BP-284
SIDEBAR